APLIKASI CERIUM-NANOPORI DIATOM ALGA EKSOSKELETON UNTUK PROTEKSI KOROSI AKTIF PADA COATING EPOKSI-AMINA BAJA KARBON RENDAH

Authors

  • Vinda Puspasari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Keywords:

baja karbon, diatom alga eksoskeleton, inhibitor, uji elektrokimia, laju korosi

Abstract

Baja menjadi material utama dalam infrastruktur, transportasi, persenjataan, dan alat perkakas. Sifat dan karakteristik korosi pada baja karbon dapat ditingkatkan dengan penggunaan coating dan inhibitor. Dalam penelitian ini, efek penambahan inhibitor terhadap ketahanan korosi akan dievaluasi. Coating epoksi-amina sebagai lapisan dasar dipilih karena sifatnya yang ramah lingkungan dan mudah untuk diaplikasikan. Namun, penggunaan inhibitor berbasis hexavalent chromium (CrVI) sangat berbahaya bagi lingkungan karena bersifat karsinogenik dan bersifat racun bagi lingkungan. Oleh karena itu, diatom alga eksoskeleton digunakan untuk meminimalkan interaksi negative antara inhibitor dan coating pada matriks sehingga akan lebih ramah lingkungan. Mineral ini dapat digunakan sebagai penyimpan inhibitor dikarenakan sifatnya yang unik yaitu ramah lingkungan dan memiliki pori berukuran nano yang dapat diatur pelepasannya dalam menyimpan inhibitor. Penggunaan nanopori diatom alga eksoskeleton untuk penyimpan inhibitor dan proteksi korosi pada coating baja karbon telah dipelajari. Pengujian elektrokimia dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan inhibitor dan proteksi korosi oleh penambahan diatom alga eksoskeleton. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju korosi pada sampel baja karbon dengan penambahan 0,5 gram diatom alga exoskeleton dan 0,5 gram cerium menunjukkan laju korosi tertinggi dari semua sampel.

Downloads

Published

2021-03-20

Issue

Section

Articles