ANALISIS DEBIT BANJIR RENCANA DAS AMBACANG BERDASARKAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS METODE NAKAYASU DAN METODE SCS

Authors

  • Dehas Abdaa Universitas Riau
  • Novreta Ersyi Darfia Universitas Riau

Keywords:

Ambacang, Debit banjir rencana, Nakayasu, SCS

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ambacang merupakan daerah tangkapan air Bendung Ambacang I yang terletak di Kebun Nopi Kabupaten Kuantan Singingi. Bendung ini berfungsi untuk mengairi daerah irigasi seluas ± 250 Ha. Dengan kondisi bendung yang sudah berumur dan struktur yang mengalami kerusakan, diperlukan analisis yang tepat dalam menghitung debit banjir rencana pada DAS Ambacang tersebut. Pada penelitian ini, diharapkan dapat mengetahui debit banjir rencana yang dihitung dengan pengalihragaman data curah hujan menjadi debit limpasan langsung melalui sistem DAS. Kajian yang dilakukan dengan membandingkan antara debit banjir rencana metode hidrograf satuan sintetis Nakayasu dan metode Soil Conservation Service (SCS). Data hujan yang digunakan adalah data hujan selama 20 tahun yaitu dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2019. Berdasarkan hasil analisa didapatkan bahwa distribusi frekuensi yang dapat diterima adalah distribusi Gumbel. Analisis dengan metode hidrograf satuan sintetis Nakayasu dan SCS menghasilkan debit rencana yang relatif sama. Berdasarkan pertimbangan karakteristik DAS, tataguna lahan, debit puncak, waktu puncak, dan kecepatan yang lebih sesuai maka metode yang pilih untuk DAS Ambacang adalah Metode SCS. Debit banjir rencana Metode HSS SCS untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100 tahun secara berurutan adalah 83,35 m3/s, 111,46 m3/s, 130,08 m3/s, 153,59 m3/s, 171,04 m3/s, 188,36 m3/s.

Downloads

Published

2021-03-20

Issue

Section

Articles