DIGITALISASI DATA ANTEMORTEM GIGI DAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI QUICK RESPOND CODE PADA FORENSIC ODONTOLOGY

Authors

  • Sugeng Winarno Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL R.E. Martadinata, Jakarta
  • Suhardjo Sitam Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung
  • Yoni Fuadah Sukri Rumah Sakit Hasan Sadikin, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung
  • Yuli Subiyakto Fakultas Farmasi Militer, Universitas Pertahanan, Indonesia
  • Bambang Hidayat Fakultas Teknik Komputer, Universitas Telkom, Bandung

Keywords:

data antemortem, digitalisasi, sistem informasi, forensik odontologi

Abstract

Identifikasi forensik pada korban akibat bencana bertujuan untuk mengungkap identitas korban, dilakukan dengan prinsip cepat dan akurat. Salah satu metode yang dikembangkan adalah menggunakan gigi sebagai data primer. Namun demikian hingga saat ini terdapat permasalahan yaitu data antemortem masih analog dan sulit diperoleh serta proses rekonsiliasi dilakukan secara manual. Peneliti tertarik melakukan penelitian bertujuan untuk mencari alternatif solusi terhadap permasalahan tersebut melalui digitalisasi data dan untuk meningkatkan efektifitas identifikasi digunakan sistem informasi terintegrasi Quick Respond Code. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Pertama, analisa kebutuhan sistem informasi digunakan pendekatan PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Eficiency, Services). Kedua, penelitian eksperimental digunakan Randomized The Posttest Only Control Group Design terhadap 120 sampel data antemortem gigi. Terbagi dalam dua kelompok, pertama 60 data jenis analog dan 60 data digital. Hasil penelitian menunjukkan responden sebanyak 80 orang memberikan jawaban lebih baik sebesar 47% dengan nilai 3,5. Performance baik (3,48), Comunication lebih baik (3,64), Economic cukup baik (3,08), Control lebih baik (3,64), Efisiensi baik (3,55), dan Services baik (3,69). Identifikasi korban dengan data antemortem digital dan penggunaan sistem informasi terintegrasi Quick Respond Code menunjukkan hasil lebih efektif dibandingkan secara manual. Jenis data odontogram digital (96,6%) dan rugae palatine (83,3%) menunjukkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan foto sinar-X (71,7%) dan rekam foto digital wajah (72,5%).

 

Downloads

Published

2021-03-20

Issue

Section

Articles