Pemanfaatan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Pada Pebuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Dari Santan Kelapa

Authors

  • Murni Yuniwati Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknolgi AKPRIND Yogyakarta
  • Bambang Kusmartono Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknolgi AKPRIND Yogyakarta
  • Ganjar Andaka Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknolgi AKPRIND Yogyakarta
  • Nitia Nanda Rama Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknolgi AKPRIND Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.3415/jurtek.v14i1.3573

Keywords:

kelapa, santan, skim, vco

Abstract

Pembuatan (Virgin Coconut Oil) VCO dapat dilakukan dengan cara pengasaman, yaitu dengan cara ditambahkan asam agar diperoleh pH tertentu  yang memungkinkan tumbuhnya bakteri pengurai protein dalam santan kelapa sehingga terbentuk VCO. Jeruk nipis banyak mengadung asam alami memiliki aroma yang khas dan banyak mengandung zat zat bermanfaat  dan memungkinkan untuk membuat suasana asam dalam pembuatan VCO.

Kecepatan pembentukan VCO sangat menentukan kuantitas dan kualitas VCO. Dengan kecepatan yang besar maka waktu untuk menghasilkan VCO lebih singkat, hal ini akan menghindarkan dari kemungkinan reaksi samping atau proses pembusukan yang akan menurunkan kualitas VCO. Beberapa faktor yang menyebabkan kecepatan pembentukan VCO antara lain yang akan dipelajari dalam penelitian ini adalah suhu ruangan dan jumlah jeruk nipis yang ditambahkan ke dalam santan kelapa. 

Dalam penelitian ini akan dipelajari proses pembentukan VCO dari santan kelapa, dengan pengasaman menggunakan jeruk nipis. Santan kelapa didiamkan 30 menit untuk memisahkan skim dan airnya. Skim yang diperoleh ditempatkan dalam wadah ditambahkan air jeruk nipis dengan volume tertentu, wadah ditempatkan dalam ruangan dengan suhu tertentu didiamkan agar terjadi proses fermentasi dalam selang waktu tertentu, VCO yang terbentuk diukur volumenya kemudian dianalisis sifat fisis maupun sifat kimianya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, hasil terbaik dieroleh dengan menggunakan penambahan jeruk nipis 5% volume dan dilakukan pada suhu 38 oC, dengan kondisi tersebut proses pembuatan VCO memerlukan waktu 4 jam, dengan menggunakan 800 ml skim dari 1kg kelapa  di diperoleh hasil VCO yang  jernih sebanyak 220 ml dengan densitas 0,91 gr/mL.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Duke, J. A. and Wain, K. K., 1981, Medicinal Plans of The World.

Enig, M.E., 2000. Know Your Fat: Complete Primer for Understanding the Nutrition of Fat, Oils and Cholesterol, Bethesda Press.

Fendy, P. 2004. Bukan minyak kelapa biasa. Majalah Trubus 417: (126) Agustus 2004/XXXV).

Hariana, A. 2007. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Huang, Z.,B.Wang, R.D. Pace danJ.H .Oh. 2006. Trans Fatty Acid Content of Selected Foods in an African-American Community. Journal of Food Science. 71(322).

Rahmawati, E.dan Khaerunnisya, N., 2018, Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) dengan Proses Fermentasi, Journal of Food and Culinary, vol 1, No 1, halaman 1 s/d 6, Yogyakarta.

Loliger, J., 1991, Free Radicals and Food Additives, Taylor and Feancis.

Setiaji, B., 2005, Menyingkap Keajaiban Minyak Kelapa Virgin, Pusat Pengelolaan Kelapa Terpadu, Jogjakarta.

Subagyo, 2011, Potensi Daging Buah Kelapa sebagai Bahan Baku Pangan Bernilai, Jurnal Pangan, Divisi Perencanaan Strategis dan Riset Perum Bulog.

Thampan, P. K., 1994, Facts Acid Fallacies About Coconut Oil Asian and Pacific Coconut Community.

Widiyanti, R. A.(2015). Pemanfaatan Kelapa Menjadi VCO (Virgin Coconut Oil) Sebagai Antibiotik Kesehatan Dalam Upaya Mendukung Visi Indonesia Sehat 2015. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi 2015, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang,

Published

2021-06-08

How to Cite

Murni Yuniwati, Bambang Kusmartono, Ganjar Andaka, & Nitia Nanda Rama. (2021). Pemanfaatan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Pada Pebuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Dari Santan Kelapa . Jurnal Teknologi, 14(1), 64–71. https://doi.org/10.3415/jurtek.v14i1.3573