PEMANFAATAN KULIT JAGUNG DAN TONGKOL JAGUNG (Zea Mays) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KERTAS SENI DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) (Variabel Konsentrasi NaOH dengan Waktu Pemasakan)

Authors

  • Rahmat Fikri Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogykarta
  • Murni Yuniwati Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogykarta

Keywords:

Kertas Seni, Kulit Jagung, Tongkol Jagung, Alfa Selulosa, Kuat Sobek, Kuat Tarik

Abstract

Limbah kulit dan tonkol jagung banyak dijumpai setelah paska panen dan hanya dibuang oleh masyarakat, akan menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak ditangani. Limbah kulit dan tongkol jagung merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas seni, yang memiliki kandungan selulosa tinggi.

Kertas seni dalam penelitian ini dibuat dari kulit jagung dan tongkol jagung. Penelitian ini dilakukan Laboratorium Proses Kimia Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan variable konsentrasi NaOH dan waktu pemasakan.

Proses pembuatan kertas seni diawali dengan pencucian, pemotongan, serta pengeringan kulit dan tongkol jagung. Pencucian berfungsi membersihkan kotoran yang menempel pada kulit dan tongkol jagung. Pemotongan berfungsi mempermudah proses pemasakan. Pengeringan berfungsi agar kandungan air dalam kulit dan tongkol jagung semakin rendah. Pemasakan dilakukan dengan menggunkan larutan NaOH konsentrasi yang ditentukan. Setelah itu dicuci, menggunakan aquadest sampai pH netral. Penggilingan pulp (blender) dengan penambahan lem PVAc dan garam (NaCl), kemudian dilakukan pencetakan dan pengeringan kertas dibawah sinar matahari. Setelah kertas kering kemudian dianalisis untuk mengetahui kuat sobek, kuat tarik dari kertas seni berbahan dasar kulit dan tongkol jagung dengan penambahan NaOH.

Berdasarkan penelitian diperoleh kondisi proses yang terbaik dengan menggunakan konsentrasi NaOH 4% dan waktu pemasakan 80 menit. Dengan kondisi proses tersebut diperoleh kadar alfa selulosa 83,33%, kuat sobek 6,36 mN, dan kuat tarik 5,73 MPa.

References

Casey, J. P., (1980). Pulp and Paper Vol. II Second Ed, New York: Internasional Puslisher Inc.

Effendi, F.B. 2006 Uji Beberapa Varietas Jagung (Zea Mays L) Hibrida pada Tingkat Populasi Tanaman yang Berbeda. Skripsi. Program Studi Agronomi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Fagbemigun, Taiwo K., dkk. 2014. “Pulp and Paper-Making Potential of Cornhusk”. Lagos-Nigeria International Journal of Agri Science Vol. 4(4): 209-213.

Fatriasari dan Hermiati. 2008. “Analisis Morfologi Serat dan Sifat Fisis-Kimia pada Enam Jenis Bambu sebagai Bahan Baku Pulp dan Kertas”. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan. Vol 1(2):67-72

Fajriani, E. 2010. Aplikasi Perekat dalam Pembuatan Kayu Laminasi. Laporan Akhir Praktikum. Bogor: Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB.

Fitri A. W., Pemanfaatan Kulit Jagung dan Tongkol Jagung (Zea Mays) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Kertas Seni dengan Penambahan Natrium Hidroksida (Naoh) (Variabel Rasio Kulit Jagung dan Tongkol Jagung dengan Kecepatan Pengadukan)

Gozan, M., 2007, Sakarafikasi dan Fermentasi Bagas Menjadi Etanol Menggunakan Enzim Sellulase dan Enzim Sellobiase, Jurnal Teknologi.

Griffin, R.C., (1927). Technical Methode of Analyst. New York: Mc. Graw Hill

Haygreen, J. G dan J. L Bowyer. 1986. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu Suatu Pengantar. Penerjemah Dr. Ir Sujipto A. Hadikusumo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Johnson., (1991). Rock-Tenn Package and Materials Testing Laboratory.

Judi, R., Penentuan Kondisi Optimum Awal Pada Proses Enzimatis Pembuatan Pulp Kertas Dari Pelepah Pisang, Surabaya, 2000.

Kasmudjo, 1982, Pengantar Industri Kayu Lapis, Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan, UGM, Yogyakarta

Mudjijati and Lourentius, S. 1996. “Laporan Penelitian: Pembuatan Pulp Alangalang dengan Proses Soda”. Hlm. 10-40.

Ningsih, Eva Rahayu. 2012. Uji Kinerja Digester pada Proses Pulping Kulit Jagung dengan Variabel Suhu dan Waktu Pemasakan. Semarang: Universitas Diponegoro Press.

Pasaribu, G., dan Sahwalito, (2006). Pengolahan Enceng Gondok sebagai Bahan baku Kertas Seni. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian.

Rahmawati, (2015). Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam dan Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Pembuatan Kertas Seni dengan Penambahan CaO dan Pewarna Alami. Surakarta: UMS Perss.

Stephenson, N. J. Newel, 1950. “Preparation and Treatment of Wood Pulp”. Mc. Grow Hill Book Company, New York.

Surjoseputro, W. dan Tjanarko, L. S. 2001. “Pembuatan Kertas Komposit Dari Serat Alang-alang Dan Polipropilen”. Skripsi. Hlm. 1-30.

Sarkanen, K~S. (1990) "Chemistry of Solvent Pulping." Tappi Journal, 215- 219.

Shreve, 1977,” Chemical Process Industries”, 5th edition, Mc. Graw Hill Book Co, Tokyo.

Septiningrum, Krisna, dan Apriana, Chandra. 2011.” Produksi Xilanase dari Tongkol Jagung dengan Sistem Bioproses menggunakan Bacillus circulans untuk Pra-Pemutihan Pulp Production of Xylanase from Corncob by Bioprocess System Using Bacillus circulans for PreBleaching Pulp”. Bandung: Balai Besar Pulp dan Kertas, Kementerian Perindustrian Indonesia. Vol. V, No. 1 Hal. 87-97.

Standar Nasional Indonesia. (2009). Kertas – Cara Uji Ketahanan Sobek – Metode Elemendorf. SNI 0436-2009.

SNI 14–4737–1998. Cara Uji Ketahanan Tarik Kertas dan Karton. Badan Standarisasi Nasional. Standar

Suprapto, H.S. dan Rasyid, M.S. (2002). Bertanam Jagung. Penebar Swadaya, Jakarta. 55 hal.

Sucipto, dkk. 2009. Optimasi Penggunaan NaOH dan Tapioka pada Produksi Kertas Seni dari Pelepah Pisang. Malang: Universitas Brawijaya.

Tjitrosoepomo, C. 1991. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press

Published

2022-09-01