PEMBUATAN BRIKET TEMPURUNG KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG TERIGU (Variabel Konsentrasi Perekat Dan Ukuran Partikel)

Authors

  • Alfani Rosalinda Situmorang Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Bambang Kusmartono Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Keywords:

Tempurung kelapa, Briket, Tepung terigu, Pirolisis

Abstract

Kelapa merupakan tumbuhan serba guna,dimulai dari akar, bunga, buah, batang, daun, sabut buah, daging buah, air buah, hingga tempurung buah. Komponen buah kelapa terdiri dari sabut 35%, tempurung 12%, daging buah 28% dan air 25%.Pohon ini dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai  dari pulau Sumatera hingga Papua. Ini merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan dengan baik mengingat pemanfaatan kelapa hingga saat ini dirasakan belum optimal. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mempelajari proses pembuatan briket sehingga menghasilkan briket yang berkualitas dengan variasi  konsentrasi  perekat dan variasi ukuran partikel briket tersebut. Pembuatan briket dalam penelitian ini menggunakan bahan perekat tepung terigu. Penelitian ini dilakukan dengan cara pirolisis limbah tempurung kelapa kering selama 6 jam. Proses dijalankan pada variasi ukuran partikel 10 sampai dengan 50 mesh dan variasi konsentrasi perekat 1 sampai dengan 5 %. Tahapan dalam proses pembuatannya meliputi pengeringan tempurung kelapa, pembuatan larutan perekat sesuai dengan variasi konsentrasi perekat, pirolisis, penggilingan, penyaringan sesuai dengan variasi ukuran partikel, pencetakan, pengempaan, dan pengeringan. Kemudian setelah briket yang sudah kering, dilanjutkan dengan analisa kadar air,kadar abu, dan laju pembakaran untuk mengetahui kualitas briket.Dari hasil penelitian yang dilakukan, dengan menggunakan jenis perekat tepung terigu, 100 ml pelarut air, dan 100 gram jumlah partikel briket, diperoleh briket yang optimal yaitu ukuran partikel 40 mesh dan konsentrasi perekat 3 % menghasilkan  kadar air sebesar 1,71%, kadar abu sebesar  1,5 %, dan laju pembakaran sebesar 0,054 gram/menit.

References

Asep Priyanto, Hantarum, dan Sudarno., 2018, Pengaruh Variasi Ukuran Partikel Briket Terhadap Kerapatan, Kadar Air, Dan Laju Pembakaran Pada Briket Kayu Sengon,Universitas Merdeka Madiun, Surabaya,.

Didi Dwi Anggoro, Muhammad Dzikri Hanif W,, Moch Zainal Fathoni., 2017, Pembuatan Briket Arang Dari Campuran Tempurung Kelapa dan Serbuk Gergaji Kayu Sengon, Universitas Diponegoro, Semarang, Vol.38, No.2.

Esmar Budi., 2017, Pemanfaatan Briket Arang Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, Vol.14, No.1.

Fitria Na’imatu Sa’diyah dan Lukman M Baga., 2009, Perencanaan Bisnis Briket Tempurung Kelapa Berbasis Wirakoperasi Di Kabupaten Bogor,Institut Pertanian Bogor,Bogor.

Gantina, Tina Mulya ., 2019, Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Terhadap Peningkatan Nilai Kalor dan Proses Pembakaran Briket Biobatubara, Vol.1, No.1.

Juniaty Towaha, Gusti Indriati, Rusli., 2008, Komponen Buah Dan Fitokimia Daging Buah Kelapa Genjah, Sukabumi, Vol.12, No.1.

La Ode Sabindo, Kadir, dan Muhammad Hasbi., 2020, Pengaruh Variasi Ukuran Mesh Terhadap Nilai Kalor Briket Arang Tempurung Kelapa, Universitas Halu Oleo, Kendari, Vol.5, No.1.Muhammad, Ishak, Nani Lidia., 2017, Pemanfaatan Getah Rumbia Sebagai Perekat Pada Proses Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Vol.1, No.6.

Oki Herli Usmayadi, Nurhaida, dan Dina Setyawati., 2018, Kualitas Briket Arang Dari Batang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Berdasarkan Ukuran Serbuk, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Vol.8, No.1.

Renny Eka Putri, dan Andasuryani., 2017, Studi Mutu Briket Arang Dengan Bahan Baku Limbah Biomassa, Universitas Andalas, Padang, Vol.21, No.2.

Rosdiana Moeksin, Nabila Zarwan, dan Muhammad Alhusary., 2016, Pembuatan Biobriket Dari Campuran Tempurung Kelapa Dan Cangkang Biji Karet, Univertsitas Sriwijaya, Palembang, Vol.22, No.3.

Tirono M, dan Ali Sabit., 2011, Efek suhu pada proses pengarangan terhadap nilai kalor arang tempurung kelapa (coconut shell charcoal), Malang, Vol.3, No.2.

Triono, A. 2006. Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Gergajian Kayu Afrika (Maesopsis emini Engl.) dan Sengon (Paraserianthes falcataria L.) [Skripsi]. Bogor: Departemen Hasil Hutan. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Yaumal Arbi , Eka Rahmatul Aidha , Linda Deflianti., 2018, Analisis Nilai Kalori Briket Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif Di Kecamatan Sipora Utara. Vol. 1, No. 3.

Yuli Ristianingsih, Ayuning Uklfa,Rachmi Syafitri K.S., 2015, Pengaruh Suhu Dan Konsentrasi Perekat Terhadap Karakteristik Briket BioarangBerbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Proses Pirolisis.Banjar Baru, Vol.4, No.2.

https : // panehutan.blogspot.com / 2019 / 10 / faktor - faktor - yang - mempengaruhi -briket. html. ( Diakses 26 Agustus 2020 ).

https : // ntt.bps.go.id / dynamictable / 2015 / 03 / 06 / 29 / produksi - kelapa - menurut - kabupaten - kota - di - provinsi - nusa - tenggara - timur - 2004 - 2018. html. ( Diakses 26 Agustus 2020 ).

https : // kemlu.go.id / cairo / id / news / 4855 / ekspor - briket - arang - batok - kelapa - indonesia - kembali - bukukan - transaksi - di - pasar - mesir. ( Diakses 26 Agustus 2020 ).

http : // journal.unj.ac.id / unj / index.php / sarwahita / article / view /6590 . ( Diakses 26 Agustus 2020 ).

Downloads

Published

2022-03-01

Issue

Section

Articles