HAZARD OPERABILITY STUDY (HAZOP): SALAH SATU METODE UNTUK MENGIDENTIFIKASI BAHAYA DALAM MANAJEMEN RISIKO

Authors

  • M Sri Prasetyo Budi Program Studi Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Sri Rahayu Gusmarwani Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRINDYogyakarta

Keywords:

manajemen risiko, pegendalian risiko, hazop

Abstract

Pasal 27 Undang Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian, menjadi salah satu latar belakang ditetapkannya Undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Salah satu tujuan pembangunan ketenagakerjaan adalah memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraannya. Perlindungan kepada tenaga kerja mencakup kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan, fisik maupun mental. Kewajiban pengusaha tidak hanya melindungi tenaga kerja saja, tetapi orang lain yang berada di tempat kerja juga harus dijamin keselamatannya. Terkait dengan jaminan keselamatan untuk tenaga kerja maupun orang lain di tempat kerja serta sumber-sumber produksi yang digunakan, maka diperlukan suatu aktifitas manajemen risiko. Manajemen risiko adalah suatu proses untuk mengidentifikasi sumber-sumber bahaya, menilai risikonya, serta pengambilan tindakan yang diperlukan untuk menghilangkan atau mengurangi risiko yang ada secara terus menerus. Risiko adalah suatu ukuran kemungkinan kerugian yang timbul dari sumber bahaya yang terjadi.

Risiko adalah suatu ukuran, yang berarti risiko merupakan suatu nilai yang dapat diukur. Risiko didefinisikan sebagai fungsi konsekuensi (C) dan keseringterjadian atau peluang (P). Elemen-elemen yang ada di dalam risiko adalah bahaya (hazard), konsekuensi, dan peluang. Identifikasi bahaya dilakukan untuk mengetahui konsekuensi yang ditimbulkan. Salah satu metode yang dilakukan untuk mengidentifikasi bahaya adalah HAZOP (Hazard Operability Study).

Hazop sebagai salah satu metode indentifikasi bahaya dapat dilakukan saat suatu proses sedang berlangsung, sehingga potensi bahaya dapat diidentifikasi sejak dini dan dievaluasi saat proses masih berlangsung, dengan demikian perbaikan dapat segera dilakukan tanpa mengehentikan proses.

Published

2021-12-30