STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE TERHADAP TINGKAT PRODUKSI BIOETANOL DENGAN BAHAN BAKU TETES TEBU

Agis Syafarel

Sari


INTISARI

Kebutuhan konsumsi energi di Indonesia meningkat hingga mencapai 7 % pertahun namun cadangan minyak bumi di Indonesia semakin sedikit, dengan tidak ditemukannya minyak baru. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya untuk menghasilkan energi yang bersifat terbarukan. Biomassa adalah salah satu solusi yang bisa ditawarkan dengan salah satu produknya bioetanol. Bahan baku yang dimanfaatkan menjadi boietanol adalah tetes tebu, kandungan gula yang terdapat pada tetes tebu berkisar 48–55 %. Sehingga sangat potensial untuk dijadikan media fermentasi. Bioetanol yang diperoleh dari proses fermentasi tetes tebu masih berupa campuran antara air dengan etanol, campuran larutan tersebut dapat dipisahkan denga cara destilasi.Tahap penelitian yang dilakukan yaitu persiapan bahan baku, pretreatment, fermentasi, destilasi dan analisa hasil. Variable tetap pada percobaan ini yaitu pH bernilai 5, kadar gula awal 15% dan nutrisi urea, NPK masing-masing 0,4 gram dan 0,5 gram. Fermentasi dilakukan dengan suhu kamar sedangkan pada tahap destilasi suhu pemanas dijaga pada rentang 75-800 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan yeast yang paling baik terdapat pada 1 gram dengan menghasilkan etanol sebesar 69,3% sedangkan waktu fermentasi yang paling optimal adalah 2 hari dengan etanol yang dihasilkan sebesar 77%.


Kata Kunci


Bioetanol, Detilasi, Fermentasi, Tetes tebu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Chairul, YSR., 2013. Pembuatan Bioetanol dari Nira Nipah Sacharomyces Cereviceae, Teknobiologi, IV (2).

Hadi, S.T., Moersidik, S.S, dan Bahry, S., 2013. Karakteristik Dan Potensi Bioetanol Dari Nira Nipah (Nypa Fruticans) Untuk Penerapan Skala Teknologi Tepat Guna, Ilmu Lingkungan, 7 (2).

Hartina, F, Jannah, A, dan Maunatin, A, 2014. Fermentasi Tetes Tebu Dari Pabrik Gula Pagotan Madiun Menggunakan Saccharomyces Cereviceae Untuk Menghasilkan Bioetanol Dengan Variasi pH Dan Lama Fermentasi. Alchemy, Vol 3 No.1.

Komarayati, S., dan Gusmailina, 2010. Prospek Bioetanol Sebagai Pengganti Minyak Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Marjoni, R.M, Pemurnian Etanol Hasil Fermentasi Kulit Umbi Singkong (Manihot Utilissima Pohl) Dari Limbah Industri Kerupuk Sanjai Di Kota Bukittinggi Berdasarkan Suhu Dan Waktu Destilasi.

Megawati, 2015. Bioetanol Generasi Kedua, Yogyakarta, Graha Ilmu.

Reni P, 2008. Kualitas Molase Sebagai Bahan Baku Produksi Alkohol Pabrik Spiritus Madukismo Yogyakarta.

Seftian, D, Antonius, F, Faizal, M, Pembuatan Etanol Dari Kulit Pisang Menggunakan Metode Hidrolisis Enzimatik Dan Fermentasi.

Setyawati, H, Rahman, N.A, Bioetanol Dari Kulit Nanas Dengan Variasi Massa Sacharomyces Cereviceae Dan Waktu Fermentasi.

Wardani, A.K, Pertiwi F.N.E, 2013. Produksi Etanol Dari Tetes Tebu Oleh Saccharomyces cerevisiae Pembentuk Flok

Tjahjadi P, 2009. Fisiologi Mikroba. Bumi Aksara:Jakarta

Kementrian ESDM, 2012, Potensi Energi Baru Terbarukan Indonesia Cukup Untuk 100 Tahun, http://esdm.go.id/berita/323-energi-baru-dan-terbarukan/6071-potensi-energi-baru-terbarukan-indonesia-cukup-untuk-100-tahun-.html (diakses 20/3/2016 pukul 16.00)


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.