PENGGUNAAN ADSORBEN TERTENTU UNTUK PENYERAPAN POLYAROMATIC HYDROCARBON DALAM AIR LAUT DAN GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR

Lilik Zulaihah

Sari


INTISARI

PAH masuk ke dalam air melalui berbagai sumber yang dengan cepat diabsorpsi oleh partikel organic dan anorganik. PAH yang terakumulasi oleh biota perairan konsentrasi lebih tinggi dari kandungan lingkungan. Hingga saat ini pihak galangan kapal di daerah Tanjung Priok dan sekitarnya belum melakukan  netralisir tumpahan minyak secara maksimal  yang bercampur dengan air dalam kegiatan docking repair (tank cleaning) di graving dock dan floating repair disekitar pelabuhan bongkar muat kapal yang mana campuran air dan minyak akan mengalir ke laut dan dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan pencemaran air laut. Polyaromatic  hydrocarbon (PAH) pada emisi gas buang kendaraan bermotor yang berbahan bakar diesel berasal dari hasil pembakaran tidak sempurna. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tempat di area pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan adanya 16 jenis PAH dengan konsesntrasi bervariasi, baik untuk PAH dengan berat molekul ringan maupuin berat. Dengan menggunakan adsorben zeolit yang dimasukkan dalam air laut dengan variabel 0, 2, 4, 6 dan 8 jam, melalui pemeriksaan GC-MS maka adsorben tersebut dapat menyerap  5 jenis PAH, yaitu Naphthalene, Anthracene, Fluoren, Pyrene dan Chrysene, dengan total konsentrasi pada waktu 8 jam sebesar 1,133 ppb. Hasil penelitian penyerapan adsorben Amberlite XAD-7 yang dipasang pada knalpot kendaraan bermotor janis Taft, dengan variabel kecepatan gas buang pada 30, 45 dan 60 liter per menit dan waktu pengambilan sampel selama 50 menit, telah diperoleh  menunjukkan adanya 10 jenis PAH yang dapat terserap yaitu, Naphthalene, Acenaphthylene, Acenaphthalene, Fluorene, Anthrasene, Phenantrene, Pyren, Fluoranten, Chrysene  dan Benzo(A)Pyrene.  Diperolehnya jenis adsorben yang mampu melakukan penyerapan PAH terbaik, sebagai satu gambaran tentang arah dan tujuan pengendalian pencemaran PAH baik pada air laut, terutama air laut yang merupakan potensi sumber terbentuknya polutan, yaitu pada air laut disekitar graving dock dan diterminal bongkar muat kapal juga pada gas buang kendaraan bermotor langsung dibuang ke udara, sehingga mengakibatkan terbentuknya polutan berbentuk partikulat yang stabil yaitu tidak mudah larut.  Dengan didapat nya kemampuan kedua adsorben tersebut  dalam mengadsorpsi PAH baik dalam air laut maupun emisi gas buang kendaraan bermotor, maka akan dapat dirancang alat pengendali air laut dan polusi udara.


Kata Kunci


Adsorben XAD-7 dan Zeolite, Poly Aromatic Hydrocarbon

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


--------------, 2014, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut.

Björklund, K., Loretta L., 2014, Adsorption of Organic Pollutants in Stormwater Evaluation of Four Potential Sorbents, 13 th International Conference on Urban Drainage, Sarawak, Malaysia, 712 September 2014.

Khozanah M., 2007, Kadar Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH), Dalam Air, Sedimen dan Sampel Biota DiPerairan Teluk Kerabat-Bangka, Pusat Penelitian Oseanografi–LIPI Received 24 September 2007, Accepted 6 December 2007

Obi, C., Okoye,I.P., 2014, Kinetic Evaluation of Naphthalene Removalusing Acid-Modified and Unmodified Bentonite Clay Mineral, J.Appl. Sci. Environ. Manage. March 2014, Vol. 18(1) 143-149.

Solikah, S., Utami B., 2014, Perbedaan penggunaan adsorben zeolit alam teraktivasi dan termoimmobilisasi dithizon untuk penyerapan ion Logam tembaga (Cu2+).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.