KARAKTERISTIK GEOTEKNIK TUFA ANDESIT TERALTERASI HIDROTERMAL PEMICU LUNCURANBAHAN ROMBAKAN PADA LERENG PEGUNUNGAN SELATAN PULAU LOMBOK

Dwi Winarti

Sari


Lebih dari 12 kejadian gerakan tanah pada bagian barat lereng pegunungan Selatan Pulau Lombokterekam selama periode 2013 hingga Januari 2014. Gerakan tanah berupa luncuran bahan rombakan terjadi di daerah Rambut Petung, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Luncuran bahan rombakan tersebut terjadi pada lereng dengan kemiringan 40° yang tersusun oleh tufa andesit teralterasi hidrotermal. Studi geoteknik terhadap tufa andesit dilakukan untuk mengetahuipenyebab gerakan tanah, sifat keteknikan material penyusun lereng, dan kondisi stabilitas lereng di daerah Rambut Petung. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, penelitian lapangan, analisis laboratorium, dan analisis stabilitas lereng.Hasil penelitian menunjukkan bahwa luncuran bahan rombakan di daerah penelitian terjadi karena adanya faktor kontrol berupa perbedaan kekompakan material penyusun lereng dan kecuraman lereng, serta pemicu gerakan berupa penurunan kekuatan tufa andesit akibat alterasi hidrotermal. Proses alterasi hidrotermal menyebabkan peningkatan nilai porositas dan penurunan kuat geser tufa andesit. Hasil analisis stabilitas lereng menunjukkan bahwa lereng alami dengan kemiringan 40° dalam kondisi tidak stabildengan nilai FK < 1,3. Upaya perbaikan geometri lereng dengan kemiringan 18° (3H:1V) menghasilkan nilai FK > 1,5 sehingga lereng dalam kondisi stabil baik untuk pembebanan sementara maupun pembebanan tetap.


Kata Kunci


alterasi hidrotermal, faktor keamanan, kuat geser, luncuran bahan rombakan, Pulau Lombok

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abramson, L.W., Lee, T.S., Sharma, S., and Boyce, G.M., 1996, Slope Stability and Stabilization Methods, John Willey & Sons, New York.

Departemen Pekerjaan Umum, 2005, Penanganan Lereng Jalan, Buku II, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Evans, A.M., 1993, Ore Geology and Industrial Minerals An Introduction, Ed.3., Blackwell Sciencetific Publications, London.

Hardiyatmo, H.C., 2006, Penanganan Tanah Longsor & Erosi, Ed.1., Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Karnawati, D., 2005, Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya, Ed.1, Jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Mc. Saveny, M.J., 2002, Recent Rockfalls and Rock Avalances in Mount Cook National Park, New Zealand dalamD. Karnawati, Mekanisme Gerakan Massa Batuan Akibat Gempabumi; Tinjauan dan Analisis Geoteknik, dinamika Teknik Sipil, vol. 7(2), Juli 2007.

Pusch, R., and Yong, R.N., 2006, Microstructure of Smectite Clays and Engineering Performance, Taylor and Francis, London.

Surato, N., 1994, Peta Geologi dan Potensi Bahan Galian Nusa Tenggara Barat, Skala 1:250.000, Kantor Wilayah Departemen Pertambangan dan Energi, Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Wieczorek, G.F., 1996, Landslide Triggering Mechanisms; Landslides Investigation and Mitigation, Special Report 247,Transportation Research Board, National Research Council, Editor: A.K. Turner and R.L. Schuster, National Academy Press, Washington D.C., 76-90.

Winarti, D., Karnawati, D., Hardiyatmo, H.C., and Srijono, 2016a,Mineralogical Characteristics of Landslide-Induced Hydrothermal Altered Rocks at Southern Mountain Slope of Lombok Island, Indonesia, Proceeding of The 6th Annual Basic Science International Conference, Malang, March 2-3.

Winarti, D., Karnawati, D., Hardiyatmo, H.C., and Srijono, 2016b, GIS-Based Landslide Susceptibility Mapping by Using Analytical Hierarchy Process in The Hydrothermally Altered Area at Southern Mountain of Lombok Island, Indonesia, Jounal Tecnology of Civil, Electrical, Mechanical, Geology, Mining, and Urban Design, vol. 1, hal. 84-91.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.