GENESIS BATULEMPUNG DI PULAU NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Mutiara Effendi

Sari


Di Pulau Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, daerah Tanjungbatu, tersingkap batulempung yang berselang-seling dengan batu pasir kuarsa. Batuan berbutir lempung juga dijumpai sebagai hasil pelapukan batuan gunung api berkomposisi basal, yang terdiri dari lava, aglomerat, dan tuf. Selain itu ditemukan juga tanah lempung argilik sebagai produk ubahan hidrotermal di dalam fasies pusat gunung api purba Sei Apok. Melimpahnya batu lempung di daerah Nunukan mengindikasikan terjadinya perulangan proses vulkanisme berkomposisi basal yang lapuk menjadi tanah, mengalami erosi, dan terendapkan kembali sebagai batuan ubahan batulempung.

Selain pengamatan lapangan, dilakukan juga analisis geokimia di laboratorium untuk mengetahui komposisi kimia batuan. Analisis geokimia dilakukan dengan metode Fluoresensi Sinar-X. Hasil analisis komposisi kimia menunjukkan bahwa sampel batulempung berhubungan dengan batuan gunung api basal. Artinya, perlapisan sedimen lempung Nunukan yang berselang-seling dengan batu pasir kuarsa merupakan rombakan dari pelapukan batuan gunung api basal dan ubahan hidrotermal. Namun, hasil menunjukkan bahwa pengaruh pelapukan lebih dominan daripada alterasi. Komposisi kimia batulempung memiliki kemiripan dengan mineral lempung ilite dan montmorillonite, terutama karena kaya unsur Al, Fe, K, dan Mg. Kedua mineral lempung tersebut terbentuk pada kondisi basa dan biasa terjadi pada shales. Hal ini bersesuaian dengan pengamatan lapangan bahwa batulempung Nunukan bercampur dengan material serpihan dan batu lumpur berukuran lanau sampai lempung. Komposisi kimia yang masih cukup berbeda menunjukkan bahwa sampel belum sepenuhnya membentuk mineral lempung.


Kata Kunci


Batulempung, genesis, geokimia, XRF

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asmoro, P., dkk., 2016, Vulkanism for Petroleum System, Laporan akhir penelitian lapangan, Cekungan Migas, Pusat Survei Geologi, Bandung.

Asmoro P., Bronto, S., Effendi, M., dan Zaennudin, A., 2016, Gunung Api Purba Pulau Nunukan, Kalimantan Utara, Prosiding Seminar Nasional ISTA, Yogyakarta, 25 November.

Bronto, S., 1999, Geokimia, Diktat mata kuliah geokimia, STTNAS, Yogyakarta.

Bronto, S., Asmoro, P. dan Effendi, M., 2016. Gunung Api Lumpur di Daerah Cengklik dan sekitarnya, Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, Prosiding Seminar Nasional ISTA, Yogyakarta, 25 November.

Brownlow, A.H., 1996, Geochemistry, Prentice Hall Ltd London.

Deer, H., Zussman, 1978, An Introduction to the Rock Forming Minerals, edisi 11, The Chaucer Press Great Britain.

Deutsches Elektronen-Synchrotron DESY, 2016, XRF Spectroscopy, http://www.desy.de/research/, diakses tanggal 5 Oktober 2016.

Gill, R., 2010, Igneous Rocks and Processes a practical guide, Wiley & Sons, Ltd. London.

Hidayat, S., Amiruddin dan Satrisnas, D., 2011, Peta Geologi Lembar Tarakan dan Sebatik, Kalimantan skala 1 : 250.000, Pusat Survei Geologi, Bandung.

Jenkins, R., Gould, R.W., Gedcke, D., 1995, Quantitative X-Ray Spectrometry, edisi 2, Marcel Dekker, Inc.

Lackschewitz, K.S., et al., 2000, Mineralogy and Geochemistry of Clay Minerals Near a Hydrothermal Site in the Escanaba Trough, Gorda Ridge, Northeast Pacific Ocean, http://www-odp.tamu. edu/publications/169_SR/chap_06/chap_06.htm, diakses tanggal 5 Oktober 2016.

Nelson, S.A., 2013, Geology 212 Occurrence, Mineralogy, Textures, and Structures of Sedimentary Rocks, http://www.tulane.edu, diakses tanggal 7 Oktober 2016.

University of Missouri–Columbia, 2015, Overview of XRF, http://archaeometry.missouri.edu/, diakses tanggal 5 Oktober 2016.

Weaver, C.E., A Discussion on the Origin of Clay Minerals in Sedimentary Rocks, Shell Oil Company, Houston, Texas.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.