RE-EKSTRAKSI ASPAL BUTON KABUNGKA DENGAN MENGGUNAKAN SOLVEN KONDENSAT BENSIN

Rengga Chrisdian Aji Darma, Ganjar Andaka

Sari


INTISARI

Aspal adalah suatu material yang berwarna coklat tua hingga hitam, berbentuk padat atau semi padat yang terdiri atas bitumen-bitumen yang terdapat di alam atau dapat diperoleh juga melalui residu minyak bumi (Kirk dan Othmer, 1995).Aspal alam yang sangat melimpah di Indonesia menjadi tolok ukur dalam penelitian ini dikarenakan sebagian besar aspal yang digunakan sebagai pelapis jalan adalah aspal yang diperoleh dari residu minyak bumi (aspal minyak) yang tergolong mahal dan masih kita impor hingga sekarang.Di dalam penelitian ini pembuatan aspal dilakukan menggunakan metode ekstraksi dengan menggunakan hasil distilasi dari bahan bakar minyak (premium RON 88) atau disebut dengan kondensat bensin sebagai solven. Aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspal yang didapat dari bitumen-bitumen aspal yang diekstraksi terlebih dahulu. Dalam penelitian re-ekstraksi untuk aspal pengujian nilai penetrasi digunakan aspal hasil ekstraksi dari bitumen sebanyak 3 kg dan kondensat bensin sebanyak 6 liter, sedangkan untuk penelitian aspal re-ekstraksi dengan variasi jumlah solven digunakan aspal hasil ekstraksi bitumen seragam sebanyak 25 gram dan variasi jumlah solven beragam mulai dari 50 mL, 75 mL, 100 mL dan 125 mL.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lamanya waktu pemanasan aspal hasil re-ekstraksi dari aspal hasil ekstraksi bitumen sehingga didapat aspal re-ekstraksi untuk pengujian nilai penetrasi nol sesuai dengan syarat Direktorat Jenderal Bina Marga dan dapat mengetahui hasil dari penelitian re-ekstraksi dengan berbagai solven, perbandingan jumlah solven dan aspal hasil ekstraksi bitumen untuk mendapatkan hasil aspal re-ekstraksi yang maksimal . Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, untuk percobaan aspal re-ekstraksi dengan variasi jumlah solven didapat, semakin banyak solven yang ditambahkan akan semakin banyak pula hasil recovery aspal yang didapat. Dan untuk percobaan re-ekstraksi aspal untuk tes uji penetrasi didapat, semakin lama waktu yang diperlukan untuk memanaskan aspal maka akan didapat nilai penetrasi sebesar nol. Pemanasan dengan suhu 240oC yang dilakukan di dalam penelitian bertujuan untuk menghilangkan solven yang masih tersisa di dalam campuran aspal dan solven, sehingga didapat hasil aspal re-ekstraksi untuk pengujian aspal nilai penetrasi nol dan aspal re-ekstraksi variasi jumlah solven.

 

Kata kunci: aspal,kondensat bensin,nilai penetrasi


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.