PENENTUAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN BAWANG PUTIH(ALLIUM SATIVUM L.) (Variabel Bentuk Bahan dan Suhu Proses)

Diska Ayu Romadani, Sumarni Sumarni

Sari


INTISARI

Bawang putih yang mempunyai nama ilmiah Allium sativum L.selama inibanyak digunakan sebagai penyedap masakan dan mulai merambah pada bidang kesehatan, namun daya simpan bawang putih tidak lama, karena semakin lama disimpan maka umbinya menjadi layu dan dapat mengalami pembusukan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengawetkan bawang putih dalam bentuk tepung dengan pengeringan, yang memiliki keunggulan dapat disimpan lebih lama dan praktis. Sebelum proses pengeringan dilakukan, mula-mula bawang putih dipotong dengan variasi bentuk, melintang dan membujur. Pengeringan dilakukan dengan rangkaian alat pengeringan, yang berupa oven pengering dengan bantuan aliran udara pada suhu proses tertentu (40oC, 50oC, 60oC, 70oC dan 80oC).Pengeringan dilakukan sampai bahan mencapai nilai tertentu dan konstan.

Dari seluruh kegiatan penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin besar kecepatan pengeringan dan waktu yang diperlukan untuk proses pengeringan semakin sedikit. Hasil yang terbaik diambil berdasarkan kualitas produk yang mengacu pada warna, waktu proses pengeringan dan kecepatan pengeringan. Maka diperoleh kondisi operasi terbaik pada suhu 70oC dengan bentuk melintang. Pada suhu 70oC, warna produk kuning pucat dengan kadar pati 35,44% (dasar kering), dengan waktu pengeringan yang diperlukan selama 252 menit dan memiliki periode kecepatan pengeringan tinggi yang cukup lama.

 

Kata kunci :bawang putih, pengeringan oven, variasi bentuk, variasi suhu


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.